LEMBAR PENGESAHAN
Kelompok : II
Pratikum : Operasi Teknik Kimia 1
Modul Percobaan : Tangki Pengaduk
Dosen Pembimbing : Ir. Devison
Asisten : 1. Afina Nurantika
Harahap, Amd
2. Devani Adristi, Amd
No
|
Nama praktikan
|
Buku pokok
|
1
|
Randi Firnando
|
1512013
|
2
|
M. Ali ikhsan
|
1512017
|
3
|
Oktriza lora
|
1512035
|
4
|
Melati rahmadila anolzi
|
1512002
|
Catatan
|
Tanggal
|
Paraf dosen pembimbing
|
LEMBAR PENUGASAN
Kelompok : II
Pratikum : Operasi Teknik Kimia 1
Modul Percobaan :Tangki Pengaduk
Tanggal Pratikum :
Dosen Pembimbing : Ir. Devison
Asisten : 1. Afina Nurantika
Harahap, Amd
2. Devani Adristi, Amd
No
|
Nama praktikan
|
Buku pokok
|
1
|
Randi Firnando
|
1512013
|
2
|
M. Ali ikhsan
|
1512017
|
3
|
Oktriza lora
|
1512035
|
4
|
Melati rahmadila
anolzi
|
1512002
|
Penugasan
Hitung waktu untuk:
a.
5 jenis pengaduk
b.
Kecepatan 400 rpm
c.
Setiap tanpa sekat, 3 sekat, dan 4 sekat
|
LEMBAR PENGAMATAN
Kelompok : II
Pratikum : Operasi Teknik Kimia 1
Modul Percobaan : Tangki Pengaduk
Tanggal Pratikum :
Dosen Pembimbing : Ir. Devison
Asisten : 1.Afina Nurantika
Harahap, Amd
2.Devani Adristi, Amd
T percobaan : 30 0C
Sampel : tinta cina
|
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengolahan Data
Tabel. 4.1.1 Hasil Proses
Pengadukan Tanpa Menggunakan Buffle
jenis
|
N
|
Nre
|
NFR
|
NP
|
P
|
Waktu
|
Propeler
|
6.81
|
44982.84
|
0.3439
|
0.031
|
0.48
|
6.67
|
turbin vertikal
|
6.85
|
40432.64
|
0.3273
|
0.1398
|
1.66
|
4.2
|
turbin lurus
terbuka
|
6.65
|
42723.83
|
0.3244
|
0.196
|
2.63
|
4.4
|
turbin berdaun
penuh
|
6.57
|
39883.92
|
0.3078
|
0.0335
|
0.376
|
4.33
|
turbin berdaun
setengah
|
6.59
|
44373.48
|
0.3275
|
0.0585
|
0.62
|
5.4
|
Tabel. 4.1.2 Hasil Proses
Pengadukan Menggunakan Buffle 3 Sekat
jenis
|
N
|
Nre
|
NFR
|
NP
|
P
|
Waktu
|
Propeler
|
6.95
|
45907.6
|
0.3593
|
0.031
|
0.51
|
5.33
|
turbin vertikal
|
6.84
|
40373.62
|
0.3263
|
0.149
|
1.764
|
4.467
|
turbin lurus terbuka
|
6.66
|
42788.07
|
0.3254
|
0.196
|
2.641
|
4.1
|
turbin berdaun penuh
|
6.81
|
41340.87
|
0.3307
|
0.034
|
0.42
|
4.23
|
turbin berdaun setengah
|
6.68
|
45348.46
|
0.3365
|
0.034
|
0.369
|
5.33
|
Tabel. 4.1.3 Hasil Proses
Pengadukan Menggunakan Buffle 4 Sekat
jenis
|
N
|
Nre
|
NFR
|
NP
|
P
|
Waktu
|
Propeler
|
6.77
|
44718.62
|
0.3409
|
0.031
|
0.472
|
5.33
|
turbin vertikal
|
6.86
|
40491.67
|
0.3282
|
0.149
|
1.78
|
4.27
|
turbin lurus terbuka
|
6.8
|
43687.52
|
0.3392
|
0.196
|
2.811
|
4.2
|
turbin berdaun penuh
|
6.69
|
40841.11
|
0.319
|
0.034
|
0.398
|
4.3
|
turbin berdaun setengah
|
6.82
|
46298.88
|
0.35072
|
0.034
|
0.393
|
5.2
|
4.2.
Pembahasan
Pengadukan adalah operasi pencampuran material dengan cara menciptakan
gerakan dalam bahan yang diaduk, sehingga bisa mengurangi ketidaksamaan
komposisi, suhu atau sifat lainnya. Untuk mencapai kesempurnaan suatu
proses pengadukan, maka harus dipilih jenis impeller
yang sesuai sehingga didapatkan jenis
impeller yang memiliki waktu pengadukan yang paling efektif. Selain itu
penggunaan buffle pada pengadukan
juga sangat mempengaruhi waktu pengadukan setiap impeller yang digunakan.
Gambar 4.1 Kurva Hubungan Jenis Pengaduk dengan Waktu
Pengadukan
Dari kurva di atas dapat dilihat bahwa setiap jenis pengaduk memiliki
waktu paling efektif pada pengadukan dengan buffle
3 sekat dan buffle 4 sekat terlihat
bahwa kurva menunjukan keadaan yang sama . Pada pengadukan tanpa buffle, waktu pengadukan yang paling
efektif adalah menggunakan jenis pengaduk turbin lurus terbuka .
4.2.1 Pengadukan tanpa buffle
(Turbin Daun Lurus Terbuka) (Propeler) (Turbin
Piring Daun Setengah)
(Turbin daun lengkung vertikal) (Turbin piring daun penuh)
Gambar 4.2 Pola Aliran Tanpa
Menggunakan Buffle
Pada proses pengadukan tanpa menggunakan buffle terbentuk vorteks
untuk semua jenis impeler yang digunakan. Dengan terbentuknya vorteks menyebabkan
proses pencampuran berjalan lambat karena fluida yang dicampur berputar-putar
dalam tangki dan membutuhkan waktu yang lama untuk bercampur. Seperti terlihat
pada kurva hasil, pengadukan dengan tidak menggunakan buffle membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses pencampuran
dibandingkan dengan yang menggunakan buffle.
Untuk jenis pengaduk propeler terbentuk pola aliran aksial, sedangkan
untuk jenis pengaduk lain yang digunakan (turbin dengan 4 macam bentuk)
terbentuk pola aliran radial.
Pada pengadukan tanpa menggunakan buffle
ini, jenis pengaduk turbin lebih cepat proses pencampurannya dibandingkan
dengan jenis pengaduk propeler. Hal ini terjadi karena jenis pengaduk turbin
menimbulkan arus yang sangat deras yang berlangsung di seluruh bejana,
sedangkan jenis pengaduk propeler menghasilkan arus yang sejajar dengan sumbu
putaran dan cairan ikut terbawa oleh arah putaran sehingga pencampuranpun
berlangsung lama.
4.2.2
Pengadukan dengan buffle 3 sekat
(Turbin piring daun penuh) (Propeler) (Turbin daun lurus terbuka)
(Turbin daun Lengkung) (Turbin piring daun setengah)
Gambar 4.3 Pola Aliran Menggunakan Buffle 3 Sekat
Pada proses pengadukan dengan menggunakan buffle 3 sekat tidak terbentuk vorteks.
Karena pada tangki yang menggunakan buffle,
vorteks akan dipecah oleh sekat
sehingga aliran menjadi terpecah ke dinding tangki pengadukan dan pengadukanpun
berjalan dengan cepat dan efisien. Seperti terlihat pada kurva hasil waktu
pengadukan lebih cepat dengan menggunakan buffle
3 sekat dibandingkan dengan tidak menggunakan buffle.
Sama dengan proses pengadukan tanpa buffle,
untuk jenis pengaduk propeler terbentuk pola aliran aksial, sedangkan untuk
jenis pengaduk lain yang digunakan (turbin dengan 4 macam bentuk) terbentuk
pola aliran radial.
Pada pengadukan dengan menggunakan buffle
3 sekat, jenis pengaduk yang paling efektif waktu pengadukannya adalah turbin
piring berdaun setengah. Karena waktu pengadukan yang dibutuhkan untuk mencapai
campuran yang homogen lebih cepat dari pada jenis pengaduk yang lain.
4.2.3 Pengadukan dengan buffle 4 sekat
(Turbin piring daun penuh) (Propeler) (Turbin daun lurus)
(Turbin daun lengkung vertical) (Turbin piring daun setengah)
Gambar 4.4 Pola Aliran Menggunakan Baffle 4 Sekat
Pada
proses pengadukan dengan menggunakan buffle
4 sekat ini pada dasarnya sama dengan menggunakan buffle 3 sekat karena tidak terbentuk vorteks. Tetapi waktu yang dibutuhkan untuk pengadukan dengan
menggunakan buffle 4 sekat lebih cepat dari pada menggunakan buffle 3 sekat. Hal ini berarti bahwa
semakin banyak sekat maka semakin cepat waktu pengadukan.
Sama dengan proses pengadukan tanpa buffle
dan dengan menggunakan buffle 3
sekat, untuk jenis pengaduk propeler terbentuk pola aliran aksial, sedangkan
untuk jenis pengaduk lain yang digunakan (turbin dengan 4 macam bentuk)
terbentuk pola aliran radial.
Pada pengadukan dengan menggunakan buffle
4 sekat, jenis pengaduk yang paling efektif waktu pengadukannya adalah turbin
piring berdaun setengah. Karena waktu pengadukan yang dibutuhkan untuk mencapai
campuran yang homogen lebih cepat dari pada jenis pengaduk yang lain.
Gambar 4.5 Kurva Hubungan Jenis
Pengaduk dengan Daya
Pada
kurva di atas terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan perolehan daya yang jauh
untuk setiap impeller. Pada umumnya
semua impeller mempunyai daya yang
sama baik dengan menggunakan buffle
maupun tidak.
Gambar 4.6
Kurva Hubungan Jenis Pengaduk
dengan NRe
Dari kurva ini
dapat terlihat bahwa jenis alirannya termasuk aliran turbulen dengan NRe >
4000 terlihat bahwa turbulensi yang palingg tinggi terleteak pada jenis
pengaduk turbin berdaun setengah yang paling rendah adalah pada jenis pengaduk
turbin berdaun penuh . pada hubungan
jenis pengaduk dengan jenis aliran ini dipengaruhi oleh diameter,laju
alir,densitas dan viscositas yang didapatkan selama proses berlansung
Dapat terlihat
bahwa nilai froudennya berbeda pada masing-masing
variable nilai ini dipengaruhi oleh diameter,kecepatan alirandan gaya
gravitasi dari kurva terlihat bahwa
jenis pengaduk turbin berdaun setengah dan propeller yang memiliki angka Froude
yang tinggi hal ini karena diameterdan kecepatan alirannya yang tinggi
No comments:
Post a Comment
jangan lupa koment di kolom komentar ya !!!
saran, kritik,pertanyaan dan pendapat