PRAKTIKUM : KIMIA TERAPAN
MODUL
PERCOBAAN : MENGENAL ZAT
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK : I
ANGGOTA
1.
OKTRIZA LORA (1512035 )
2. RENGKI
PUTRA UTAMA (1512005)
3. ILHAM
AULIA LUKMANULHAKIM ( 1512024)
4. MUHAMMAD
ALI IKHSAN ( 1512013)
5. ARIF
SYAHYUTI ( 1512026)
6. WAHYUDI
NAZAR (1512018)
7.
ANAI ARO ARO ( 1512025)
PROGRAM
STUDI TEKNIK KIMIA BAHAN NABATI
POLITEKNIK
ATI PADANG
TAHUN
AJARAN 2015
LEMBAR
PENGESAHAN
Kelompok : I
Praktikum : Kimia Terapan
Modul Percobaan :MENGENAL ZAT
Tanggal Praktikum : 09 Oktober 2015
Dosen Pembimbing : EMIL SALIM. Msc
Asisten : 1. YUHENDRA
AP
2. DEVANI ADRISTI
No
|
Nama
Praktikan
|
Buku
Pokok
|
1
|
Oktriza Lora
|
1512035
|
2
|
Rengki Putra Utama
|
1512005
|
3
|
Muhammad Ali Ikhsan
|
1512013
|
4
|
Ilham Aulia Lukmanul Hakim
|
1512024
|
5
|
Arif Syahyuti
|
1512026
|
6
|
Wahyudi Nazar
|
1512018
|
7
|
Anai Aro Aro
|
1512025
|
Catatan
|
Tanggal
|
Paraf Dosen Pembimbing
|
LEMBAR
PENUGASAN
Kelompok : I
Praktikum : Kimia Terapan
Modul Percobaan :MENGENAL ZAT
Tanggal Praktikum : 09 Oktober 2015
Dosen Pembimbing : EMIL SALIM. Msc
Asisten : 1. YUHENDRA
AP
2. DEVANI ADRISTI
No
|
Nama Praktikan
|
Buku Pokok
|
1
|
Oktriza
Lora
|
1512035
|
2
|
Rengki
Putra Utama
|
1512005
|
3
|
Muhammad
Ali Ikhsan
|
1512013
|
4
|
Ilham
Aulia Lukmanul Hakim
|
1512024
|
5
|
Arif
Syahyuti
|
1512026
|
6
|
Wahyudi
Nazar
|
1512018
|
7
|
Anai
Aro Aro
|
1512025
|
Pada pratikum kali ini kami para pratikan ditugaskan
untuk mengamati alat-alat laboratorium yaitu : buret, labu ukur, pipet gondok,bola
hisap,corong pisah
Pratikum ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan alat-alat laboratorium tersebut
dan mengetahui fungsi dari masing-masing alat
Dan mengenal alat alat yang
ada di laboratorium.
|
LEMBAR DATA PENGAMATAN
Kelompok : I
Praktikum : Kimia Terapan
Modul Percobaan :MENGENAL ZAT
Tanggal Praktikum : 09 Oktober 2015
Dosen Pembimbing : EMIL SALIM. Msc
Asisten : 1. YUHENDRA
AP
2. DEVANI ADRISTI
Pengenalan alat-alat kimia
dengan cara menggunakanya
1. Buret
Cara
menggunakannya
Cara
melihat skala ialah dengan cara melihat batas cekung bawah
Erlenmeyer
sebagai tempat penampung hasil titrasi
Pada
saat mentitrasi putas Erlenmeyer dengan putaran searah ( berlawanan dengn arah jarum jam saja
)hal ini bertujuan agar cairan tercampur
Keluarkan
hasil titrasi sedikit demi sedikit dengan cara membuka jran yang terdapat
pada buret
2. Cara
menggunakan labu ukur
Masukan
zat sesuai dengan ketelitian tertentu selain itu reaksikan dengan cara
dikocok dan tidak boleh tumpah .
3. Cara
menggunkan pipet gondok
Digunakan
untuk mengukur dengan ketelitian untuk mengambil cairan yang biasanya memakai
alat bantu hisap ( filter )
Jika
tidak ada alatnya cara alternative lain bila zat tidak terlalu berbahaya
ialah dengan dihisap manual dengan mulut
Cara memasukan zat kedalam
wadah ialah dengan menempelkan mulut pipet kedinding wadah terlebih dahulu
4. Corong
pisah
Cara
menggunakanya ialah zat atau cairan dimasukan kemudian di aduk searah dengan
keadaan tertutup lalu perlahan lahan buka tutupdengan tujuan untuk memisahkan
gas hasil reaksi dengan membuangnya keluar secara perlahan untuk memisahkan
suatu zat menurut kepolaran
5. Kaca
arloji
Digunakan
dengan cara letakan kaca arloji di atas gelas kimia saat memanaskan sampel
6. Klem
buret
Digunakan
untuk menjepit buret dan cara menggunakanya ialah jepitkan buret pada klem
dan juga jepitkan pada statif agar buet tegak lurus.
7. Mortal
dan pestle
Digunakan
untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan, cara menggunakannya masukan
bahan kimia yang berupa padatan
kedalam mortal lalu hancurkan menggunakan pestle
8. Gelas
ukur
Digunakan
untuk pengukuran tanpa ketelitian tinggi , cara menggunakanya masukan larutan
yang akan diukur kedalam gelas ukur lalu lakukanlah pengukuran larutan
tersebut.
|
BAB
I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Laboratorium adalah tempat bagi praktikan maupun peneliti untuk
melakukan percobaan. Melakukan percobaan di laboratorium tidak lepas dari
penggunaan zat-zat yang beraneka ragam, baik yang berbahaya maupun yang aman bagi
tubuh manusia. Untuk itulah alat-alat laboratorium diperlukan, selain
mempermudah percobaan juga mendukung keselamatan praktikan ketika melakukan
percobaan. Namun, tentu saja praktikan tidak dapat secara langsung
menggunakan alat-alat laboratorium tanpa mempunyai pengetahuan dan kemampuan
yang cukup untuk itu, karena masing-masing alat laboratorium memiliki
prosedur-prosedur tersendiri dalam penggunaannya.
Setiap percobaan kimia, selalu menggunakan peralatan yang
berbeda atau meskipun sama tapi ukurannya berbeda. Misalnya untuk mengambil
larutan dalam jumlah sedikit kita harus menggunakan gelas ukur bukan gelas
beaker. Karena ketelitian gelas ukur yang tinggi dan memang untuk mengukur zat
cair, sedangkan gelas beaker skala nya tidak akurat dan hanya sebagai
wadah atau tempat larutan atau sampel. Begitu pula dengan prosedur percobaan
yang lain, praktikan harus bisa menyesuaikan dan menggunakan peralatan
laboratorium dengan tepat sehingga tidak akan mengganggu kelancaran praktikum.
Mengingat betapa pentingnya pengetahuan dan prosedur penggunaan
peralatan laboratorium, maka pengenalan alat laboratorium sangat penting agar
setiap praktikum dapat berjalan sebagaimana mestinya dengan data yang akurat
tanpa terjadi hal – hal yang tidak di inginkan.
I.2
Tujuan Pratikum
Ø Mengenal
dan memahami fungsi alat – alat laboratorium
Ø Latihan
memakai peralatan laboratorium
Ø Mengetahui
kompetensi yang dibutuhkan pada alat gelas,
neraca dan lemari asam
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Ilmu kimia adalah salah satu ilmu yang didasarkan pada hasil
percobaan dan pengalaman di laboratorium, sehingga merupakan hal yang penting
bagi setiap mahasiswa untuk mengetahui dan memahami praktik-praktik di
laboratorium serta dapat menggunakan alat-alat praktikum secara benar.
Ada beberapa faktor yang sangat penting dalam mengetahui
alat-alat yang ada dilaboratorium, yaitu masalah alat-alat yang digunakan dan
adanya ketelitian praktikan dalam melakukan pengukuran dan perhitungan. Suatu
laboratorium harus merupakan tempat yang aman bagi para pekerja atau pemakainya
yaitu para praktikan. Aman terhadap kemungkinan kecelakaan fatal maupun sakit
atau gangguan kesehatan lainnya. Hanya didalam laboratorium yang aman, bebas
dari rasa khawatir akan kecelakaan, dan keracunan seseorang dapat bekerja
dengan aman, produktif, dan efesien (Roeswati, 2004).
Alat laboratorium kimia merupakan benda yang digunakan dalam
kegiatan di laboratorium kimia yang dapat dipergunakan berulang-ulang. Contoh
alat laboratorium kimia : pembakar spiritus, thermometer, tabung reaksi, gelas
ukur dan lain sebagainya. Alat yang digunakan secara tidak langsung di dalam
praktikum merupakan alat bantu laboratorium, seperti pemadam kebakaran dan
kotak Pertolongan Pertama.
Sebelum memulai melakukan praktikum di laboratorium, praktikan
harus mengenal dan memahami cara penggunaan semua pelaratan dasar yang biasa
digunakan dalam laboratorium kimia serta menerapkan K3 di laboratorium
(Poedjiadi, 1984).
Terdapat dua kelompok alat-alat ukur yang digunakan pada analisa
kuantitatif, yaitu: Alat-alat yang teliti (kuantitatif) dan alat-alat
yang tidak teliti (kualitatif). Untuk alat-alat yang teliti
(kuantitatif) terdiri dari : buret, labu ukur, pipet. Sedangkan untuk alat-alat
yang tidak teliti (kualitatif) terdiri dari gelas ukur, erlenmeyer, dan
lainnya. Penggunaan alat-alat gelas tersebut haruslah sesuai dengan fungsinya
agar pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat. Apabila terjadi
suatu kesalahan atau kekeliruan dalam penggunaannya akan mempengaruhi hasil
yang diperoleh. Ada beberapa macam peralatan yang dipakai di laboratorium,
antara lain:
Ø Timbangan triple beam
Merupakan timbangan
tradisional yang berfungsi untuk menimbang massa suatu zat padatan dengan
tingkat keakuratan yang rendah (0,01-0,001 g).
Ø Timbangan analitik
Merupakan timbangan
modern yang berfungsi untuk menimbang massa suatu zat atau sampel
(bahan) dalam analisis kuantitatif yang merupakan padatan dengan tingkat
keakuratan yang tinggi dengan ketelitian tinggi (0.0001 gram). Serta
digunakan untuk menimbang bahan kimia dalam proses pembuatan larutan untuk uji
kuantitatif dan proses standarisasi.
Ø Bola hisab
Digunakan untuk
membantu proses pengambilan cairan. Terbuat dari karet yang disertai dengan
tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil udara (aspirate)
dan mengosongkan (empty).
Ø Pipet gondok
Digunakan untuk
mengambil larutan dengan volume tepat sesuai dengan label yang tertera pada
bagian yang menggelembung (gondok) pada bagian tengah pipet. Gunakan propipet
atau pipet pump untuk menyedot larutan.
Ø Pipet ukur
Alat yang terbuat dari
gelas, berbentuk seperti gambar disamping. Pipet ini memiliki skala. Digunakan
untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dengan menggunakan bulp atau
pipet pump untuk menyedot larutan.
Ø Buret
Berupa tabung kaca
bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL
(mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL,
berfungsi untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan
untuk titrasi yang dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui kran.
Ø Labu takar
Berupa labu dengan
leher yang panjang dan bertutup; terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena
panas karena dapat memuai. di bagian leher terdapat lingkaran graduasi, volume,
toleransi, suhu kalibrasi dan kelas gelas. Ukurannya mulai dari 1 mL hingga 2
L. Berfungsi Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan
larutan dengan keakurasian yang tinggi.
Ø Erlemeyer
Merupakan gelas yang
diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang
dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L. Berfungsi untuk
menyimpan dan memanaskan larutan, menampung filtrat hasil penyaringan serta
menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi.
Ø Gelas Kimia (beaker)
Merupakan gelas
tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca
borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 oC.
Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L. Berfungsiuntuk mengukur volume
larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, menampung
zat kimia, memanaskan cairan serta media pemanasan cairan.
Ø Gelas ukur
Digunakan untuk
mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Alat ini mempunyai skala, tersedia
bermacam-macam ukuran, mulai dari 10 mL sampai 2 L. Tidak boleh digunakan untuk
mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas. Perhatikan meniscus pada saat
pembacaan skala. Berfungsi untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan
tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu.
Setelah peralatan laboratorium digunakan cuci bersih dan sterilkan
peralatan tersebut karena analisis tidak boleh dilakukan dengan alat kaca yang
tidak bersih. Alat kaca yang bisa dimasuki sikat seperti beker dan erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun, deterjen sintetik atau pembersih sintetik lainnya. Pipet, buret,
tabung reaksi atau labu volumetrik mungkin memerlukan deterjen
panas untuk bisa benar-benar bersih dan hilang atau hilang semua bekas kotoran
yang menempel. Jika permukaan kaca belum membuang airnya secara keseluruhan,
perlu digunakan larutan pembersih yang sifat oksidasinya kuat sehingga dapat
memastikan kebersihan kaca secara keseluruhan. Setelah dibersihkan, alat itu
dibilas dengan air kran, kemudian dengan sedikit air suling dan biarkan
mengering sendiri tanpa di lap (Underwood, 1998).
Ilmu kimia sangat bergantung pada pengukuran. Sebagai contoh,
kimiawan menggunakan pengukuran untuk membandingkan sifat dari berbagai zat dan
untuk mempelajari perubahan yang terjadi dalam suatu percobaan. Peralatan laboratorium
yang biasa digunakan untuk pengukuran yaitu buret, pipet, tabung volumetrik,
labu ukur untuk mengukur volume, timbangan untuk mengukur massa, dan termometer
untuk mengukur suhu. Alat-alat ini dapat mengukur sifat-sifat mkroskopik
yang dapat ditentukan secara langsung. Sifat-sifat makroskopik yaitu pada
tingkat atom harus ditentukan dengan metode tidak langsung (chang, 2005).
Pekerjaan dalam laboratorium biasanya sering menggunakan
beberapa alat gelas. Penggunaan alat ini dengan tepat penting untuk diketahui
agar pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik. Keadaan yang aman dalam
suatu laboratorium dapat kita ciptakan apabila ada kemauan dari para pekerja,
pengguna, maupun kelompok pekerja laboratorium untuk menjaga dan melindungi
diri, diperlukan kesadaran bahwa kecelakaan yang terjadi dapat berakibat pada
dirinya sendiri maupun orang lain disekitarnya.
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan
kegunaan alat tersebut, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan.
Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat
yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti
thermometer, hygrometer, spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang
disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti
thermograph, barograph (Moningka, 2008).
BAB
III
METODOLOGI
PERCOBAAN
III.1 Alat
YANG
TIDAK DIGUNAKAN
|
YANG
DIGUNAKAN
|
1.
Propipet
2.
Tabung Reaksi
3.
Labu Didih
4.
Erlenmenyer
5.
Gelas Alroji
6.
Piknometer
7.
Pipet Mohr
8.
Kertas Saring
9.
Botol Semprot
10. Termometer
11. Oven
12. Botol Gelap
13. Desikator
14. Botol Terang
15. Gegep
16. Neraca Analitik
17. Pengaduk
18. Gelas Bekker
19. Soxhlet
|
20. Gelas Ukur
21. Labu Takar
22. Pipet Tetes
23. Pipet Gondok
24. Bola
hisap
25. Corong pisah
26. Kaca
arlogi
27. Klem buret
28. Mortal dan
pastle
|
III.2 Bahan
1. Aquades
2. Spritus
III.3 Prosedur Kerja
1. Kenali
nama – nama alat masing – masing dengan cara ambil satu alat dan sebut fungsinya
2. Lakukan
latihan sebagai berikut
Cara pembersihan
peralatan membilas buret, mengisi buret dengan cairan menyesuiakan volumenya
dan menurunkan cairan membaca skala buret
3. Latihan
pemakaian pipet, memindahkan cairan pada labu ukur, memakai gelas ukur, corong
pisah
4. Latihan
dan demonstrasi memakai gegep, lampu spritus dan tabung reaksi
5. Latihan
pemakaian neraca
6. Menjelaskan
tentang lemari asam, fungsinya dan cara pemaikaiannya
7. Lihat
dan uji kemampuan pratikan apakah sesuai dengan prosedur kerja di atas
III.4 Skema Alat
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil
Berdasarkan Pratikum
yang telah dilakukan dapat diketahui
No
|
Nama
Alat
|
Spesifikasi
|
Fungsi
|
1
2
3
4
5
6
7
|
Labu
Ukur
Gelas
Piala
Erlenmeyer
Filter
( bola hisap )
Buret
Corong
Pisah
Kaca
Arloji
|
Terbuat
dari kaca
Terbuat
dari kaca
Terbuat
dari kaca
Terbuat
dari karet
Terbuat
dari kaca
Terbuat
dari kaca
Terbuat
dari kaca
|
Untuk
membuat dan mengencerkan larutan.
Untuk
mengukur zat cair kurang teliti.
Tempat
untuk mengukur volume.
Untuk
mengambil dan memompa larutan.
Untuk
mengeluarkan larutan titrasi dengan volume tertentu.
Untuk
memisahkan larutan berdasarkan masa jenisnya
Wadah
untuk menimbang bahan kimia tertentu.
|
IV.2 PEMBAHASAN
Berdasarkan
h asil pengamatan pengenalan alat-alat
laboratorium dapat diketahui bahwa kebanyakan alat laboratorium terbuat dari
bahan kaca dan ada beberapa alat yang tidak terbuat dari kaca
Mari
kita bahas mengenai alat-alat diatas:
1. Labu
Ukur
Adalah alat yang
berfungsi untuk membuat, menyimpan dan mengencerkan larutan yang biasanya pada
bagian bawahnya menyerupai labu
2. Gelas
Ukur
Berupa gelas tinggi
yang disepanjang dindingnya mempunyai skala, terbuat dari bahan kaca atau
plastik yang tidak tahan panas.berfungsi untuk mengukur volume larutan yang
tidak memerlukan ketelitian
3. Erlenmeyer


4. Bola
Hisap


S =
mengisap cairan atau zat
E = untuk membuang zat atau cairan
5. Corong
Pisah
Terbuat dari bahan kaca
yang bisa tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai, terdiri
dari corong dengan tangkai panjang dan pendek berfungsi untuk memisahkan 2
larutan yang tidak bercampur karena perbedaan masa jenis .
6. Kaca
Arloji
Terbuat dari berbagai kaca bening yang terdiri
dari berbagai ukuran berfungsi sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan
sample, tempat saat menimbang bahan, tempat untuk mengeringkan padatan dalam
desikator, cara penggunaannya bersihkn dahulu, kemudian letakan di atas gelas
kimia sebagai penutup, atau letakan bahan yang akan ditimbang diatasnya.
7.
Buret
Berupa
tabung kaca bergaris dan memiliki kran diujungnya yang berfungsi untuk
mengeluarkan larutan dengan volume tertentu biasanya digunakan untuk titrasi
Caramenggunakannya
yaitu dibersihkan,dikalibrasi lalu dikeringkan dengan batang pengaduk + kertas
/tisu untuk mengisap cairan periksa
kelayakan pakai alat lakukan pengamatan
saat melakukan titrasi apa ada gelmbung atau tidak dan buka kran secara
perlahan.
BAB
V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Setelah
melakukan praktikum alat- alat laboratorium praktikan dapat mengetahui
nama-nama dan fungsi alat laboratorium serta dapat mengetahui cara menggunakan
beberapa alat laboratorium setiap alat laboratorium memiliki fungsi dan
kegunaan yang berbeda jika dikelompokkan.
Alat alat kimia yang sudah dikenali dapat
dapat dikelompokan menjadi: alat gelas, alat pemanas, alat bantu. Alat gelas
kebanyakan digunakan sebagai wadah larutan seperti gelas piala, Erlenmeyer,
gelas kimia, dan lain-lain. Alat pemanas adalah alat yang digunakan pada proses
pemanasan seperti lampu Bunsen, kaki 3 dan lain-lain.
V.2 Saran
Dalam
penggunaan alat pada saat melakukan praktikum dilaboratorium harus lah
berhati-hati karena akan berbahaya jika kita gunakan sembarangan tanpa
mengetahui nama alat, prinsip kerja alat dan fungsinya.
Sebaiknya
sebelum menggunakan alat pastikan terlebih dahulu kebersihan dari alat tersebut
agar hasil yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.
Keseriusan
dalam praktikum juga sangat diperlukan untuk meminimalisir kesalahan yang
terjadi pada saat melakukan praktikum.
DAFTAR
PUSTAKA
Ø Dicky,
DP.2012.pengenalan alat-alat laboratorium.kreatif.blogspot.com
Ø Harjadi.W.1990.ilmu kimia analisis dasar.PT.Gramedia:Jakarta
No comments:
Post a Comment
jangan lupa koment di kolom komentar ya !!!
saran, kritik,pertanyaan dan pendapat