PRAKTIKUM
: KIMIA DASAR
MODUL
PERCOBAAN : AIR HIDRAT
DISUSUN
OLEH KELOMPOK :IV
- RAMONA
RAHMADANI
- NITA
AYU SUHADI
- PASRA
ILLAHI
- WILSON
HERMAN
- RANDI
FIRNANDO
- OKTRIZA
LORA
PROGRAM
STUDI TEKNIK KIMIA BAHAN NABATI
POLITEKNIK
ATI PADANG
2015
LEMBARAN
PENGESAHAN
Kelompok : IV
Praktikum : Kimia Dasar
Modul Percobaan : Air Hidrat
Dosen Pembimbing : Emil Salim,M.Sc
Asisten : 1. Yuhendra AP
2. Devani Adristi
No
|
Nama
Praktikan
|
Buku
Pokok
|
1.
|
Ramona
Rahmadani
|
1512030
|
2.
|
Nita
Ayu Suhadi
|
1512022
|
3.
|
Wilson
Herman
|
1512007
|
4.
|
Oktriza
Lora
|
1512035
|
5.
|
Randi
Firnando
|
1512017
|
6.
|
Pasra
Illahi
|
1512011
|
Catatan
|
Tanggal
|
Paraf Dosen
Pembimbing
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
LEMBAR
PENUGASAN
Kelompok : IV
Praktikum : Kimia Dasar
Modul Percobaan : Air Hidrat
Tanggal Praktikum : 27
November 2015
Dosen Pembimbing : Emil Salim ,M.Sc
Asisten : 1. Yuhendra AP
2. Devani Adristi
No
|
Nama
Praktikan
|
Buku
Pokok
|
1.
|
Ramona
Rahmadani
|
1512030
|
2.
|
Nita
Ayu Suhadi
|
1512022
|
3.
|
Wilson
Herman
|
1512007
|
4.
|
Oktriza
Lora
|
1512035
|
5.
|
Randi
Firnando
|
1512017
|
6.
|
Pasra
Illahi
|
1512011
|
Penugasan;
1. Timbang
gelas piala
2. Timbang
kaca arloji
3. Lalu
timbang gelas piala + kaca arloji + BaCl2
4. Panaskan
BaCl2 kemudian timbang setelah selesai pemanasan
5. Tentukan
nilai Air dari rumus yang ditentukan.
LEMBAR PENGAMATAN
Kelompok : Iv
Praktikum : Kimia Dasar
Modul Percobaan : Air Hidrat
Tanggal Praktikum : 27
November 2015
Dosen Pembimbing : Emil Salim ,M.Sc
Asisten : 1. Yuhendra AP
2. Devani Adristi
Hidrat – anhidrat = air
Missal : 4,5702 gr – 3,8752 gr
= 0,695 gr

Massa senyawa hidrat
Jadi
×100% = 15,2 %

Kemudian untuk mencari perbandingan mol antara BaCl2
dan H2O yaitu
Mol BaCl2 : mol H2O


208 18
0,02 : 0,04
1
: 2
Jadi perbandingannya adalah 1 banding 2
BAB I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Air Kristal adalah molekul air
yang terperangkap pada Kristal senyawa dan terbentuk hablur dengan perbandingan
tertentu. Pada zat padat ada yang mengandung air dan ada yang tidak mengandung
air disebut hidrat dan zat padat yang tidak mengandung air anhidrat.
Dalam kehidupan sehari hari zat
padat yang mengandung air yaitu gula pasir, garam dapur dan lain lain.Untuk
mendapat kadar air dalam zat padat tersebut dapat dilakukan dengan pemanasan
zat padat tersebut dapat ditandai dengan perubahan warna dan uap pada wadah
tersebut. Dan tujuan dari pemanasan tersebut untuk menghilangkan kadar air
dalam garam tersebut.
I
. 2 Tujuan Praktikum
1.
Menentukan persentase air di dalam
barium clorida dihidrat
2.
Menentukan persentase air di dalam garam
hidrat
3.
Menghitung air Kristal garam hidrat
4.
Melatih keterampilan menganalisis hidrat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Beberapa reaksi yang
dilakukan dalam laboraturium kimia selalu berkaitan dengan larutan, berapa
diantaranya bekerja dengan mengugunakan air sebagai pelarut ketika diuapkan,
hasil dapat diisolasi seringkali dalam bentuk padatan. Kadangkala produk
padatan ini mengandung molekul air sebagai bagian dari komposisinya sebagai
contoh, jika nikel(II) oksida (NiO)dilarutkan dalam larutan H2SO4
NiO(S) + H2SO4(aq)
→ NiSO4(aq) + H2O(I)
Presentasi air pada berapa
sampel dapat ditentukan secara tidak langsung. Pemanasan akan menguapakan air
dan jika ditimbang ulang kembali terjadi penyusutan bobot contoh. Besarnya
penyusutan merupakan bobot air yang ada, dan dalam dalam hal ini dia anggap tak
ada gas lain yang menghasilkan dalam
proses ini. Jika dilakukan pada senyawa yang diketahui, rumus hidrat
dapat diketahui.
Pada percobaan ini, anda akan
menetukan presentasi air pada contoh hidrat, membuat pengamatan kwalitatif yang
menarik pada proses hidrasi dan mengamati penyusunan air pada pemanasan
sejumlah contoh.
Garam hidrat adalah garam yang
mempunyai sejumlaah tetap molekul air dalam setiap satuan moekulnya. Jumlah
molekul airnya tersebut dikenal dengan kristal. Misalnya barium clorida hidrat
dihidrat, BaCl2.2H2O mempunyai dua air kristal. Hidrat
lain mempunyai air kristal berkisar dari satu sampai dua belas. Dengan
pemanasan hidrat terurai menjadi gaaram hidrat dan uap air.
BaCl2.H2O
→ BaCl2(p) + H2O(g)
Garam hidrat garam
anhidrat air kristal
Contohb soal:
1,250 sampel barium
kllorida dihidrat meninggalkan 1,060 g sisa pemanasan. Hitung persen air
percobaaan.
Penyelesaian:
Masa air yang hilang
didapat dengan pengurangan :
1,250 -
1,060 = 0,090 g
Hidrat anhidrat
air
Persentase percobaan
:
Masa air / masa
hidrat x 100% = 0,190/1,250x 100%
=
15,2%
Keterampilan dalam kerja
laboraturium anda dapat diukur dengan membandingkan persen air percobaan dengan
teoritis. Dalam contoh diatas kedua angka tersebut cocok. Presentase air dalam
BaCl2.H2O adalah 14,7 % secara teoritis dan secara
percobaan.
Bila zat terlarut yang berupa
basa padat, dilarutkan kemudian diuapkan maka hasilny yaitu berupa fase padat
yang tidak mengandung air disebut senyawa anhidrat.
Istilah penting dalam mempelajari
air hidrat:
1.
Garam
anhidrat
Yaitu
garam yang telah kehilangan molekul air, garam ini dibentuk dari penguraian
gram hidrat yang dipanaskan.
2.
Garam
hidrat
Yaitu
garam yang mempunyai sejumlah tetap molekulm air dalam setiap molekul.
3.
Air
kristal
Yaitu
jmlah molekul air yang terdapat dalam garam hidrat.
4.
Persen
komposisi
Yaitu
perbandingan massa air kristal terhadap garam hidrat.
Molekul air kristal dapat dipanaskan
dan senyawa hidrat jika panaskan terhdap molekul tersebut. Kemudian pemansan
dilakukan samapi air menguap sempurna.
Untuk mengetahui bahwa semua air
telah hilang adalah sebagai berikut:
1.
Tambahkan
pemanasan pada senyawa hidrat hingga terjadi perubahan wujud jadi bubuk.
2.
Terjadi
perubahan warna
3.
Gelas
tempat pemanasan akan kering.
Beberapa reaksi yang dilakukan
di labor kimia selalu berkenaan dengan larutan, beberapa diantaranya
menggunakan air sebagai pelarut ketika air diuapkan, hasil reaksi dapat
diisolasi dalam bentuk padatan.
Kadang produk padatan ini
mengandung molekul air sebagai bagian komposisinya. Sebagai contoh nikel (II)
dilarutkan dalam larutan H2SO4 encer akan
membentuk NiSO4.
NiO + H2SO4 → NiSO4
+ H2O
Senyawa atau zat padat yang tidak mengandung air disebut anhidrat,
misalnya CaO yang merupakan anhidrat basa dari Ca(OH)2.
Sedangkan senyawa yangmengandung atau mengikat molekul air secara kimia sebagai
bagian dari kisikristalnya disebut senyawa hidrat, misalnya BaCl2.2H2O. Molekul
air yang terikatdalam hidrat tersebut disebut dengan air hidrat.Senyawa hidrat
disebut juga senyawa kristal, karena mengandungmolekul air yang mempunyai ikatan hidrogen. Misalnya pada hidrat tembaga
(II)sulfat pentahidrat, CuSO4.5H2O. Antara molekul SO4-2dengan
SO4-2 tersebut terjadi gayatolak menolak,
begitu juga antara molekul Cu+2denganCu+2. Jadi molekul H2O berfungsi sebagai
penstabil gaya tolak menolak antara molekul sejenis itu.
Denganadanya molekul air pada kisi kristal, maka akan menyebabkan kristal itu
stabilhingga dalam kisi yang terhidrat akan membentuk ikatan
hidrogen.Molekul air terikat secara kimia dalam senyawa sehingga molekul
air bagian dari kisi kristal. Senyawa yang demikian disebut dengan
hidrat. Molekulair merupakan bagian dari senyawa misalnya tembaga (II) sulfat
pentahidrat yangditulis sebagai CuSO4.5H2O. Senyawa hidrat bisa mengikat satu sampai dua puluh molekul air, makaakan
membentuk kristal dekahedron yang berbentuk bujur sangkar, dan senyawaini disebut klatrat, yaitu senyawa yang besar
antara molekul H2O yang berikatanhidrogen mengurung molekul netral
lainnya tanpa ikatan berbentuk bujur sangkar.
Melalui proses pemanasan, senyawa
hidrat atau garam hidrat bisa terurai menjadisenyawa anhidrat atau garam
anhidrat dan uap air. Artinya, molekul air (air hidrat)terlepas dari ikatan dimana kehilangan air dari hidrat ini terjadi dalam
beberapatahap membentuk suatu rangkaian juga dengan struktur kristal yang
teratur.
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
III.1
Alat-alat
1. Kaca
arloji : untuk menutup gelas piala
2. Gelas
piala : meletakkan larutan sementara
3. Kawat
piala : melakukan pembakaran yang
diletakkan diatas kaki tiga
4. porselen : penegak pada proses pembakaran
5. lampu
spiritus : untuk pembakaran
6. pipet
tetes : mengambil larutan pada
skala yang kecil
III.2
Bahan
1. Barium
tetraclorida , BaCl₄ : menghtiung kadar air hidrat dalam larutan tersebut
III.3
Cara kerja
1.
Timbang gelas piala 250 ml beserta
kaca arloji penutupnya, masukkan 5 gr barium clorida dihidrat dan timbang
kembali
2.
Tutup gelas piala dengan kaca
arloji dan lakukan diatas kawat kasa, panaskan perlahan-lahan supaya garam
tidak memercik. Dinding gelas piala dan bagian bawahnya terlihat lembab,
panaskan hingga kelembaban hilang dan Kristal berubah menjadi bubuk
3.
Matikan pemanas biarkan piala
dingin selama 10 menit dengan hati-hati pindahkan piala ke timbangan. Timbang
gelas piala bersama kaca arloji dan garam anhidrat
4.
Ulangi percobaan dengan barium
clorida dihidrat, baru hitung persentase air hidrat setiap percobaan dan hitung
rata-ratanya
III.4 Skema Kerja

Timbang
5 gram barium clorida dihidrat di dalam neraca analitik

panaskan
hingga membentuk uap air disekitar gelas piala dan panaskan lagi hingga airnya
benar-benar hilang

Timbang
kembali berat barium clorida dihidrat tersebut setelah dipanaskan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.
1 Hasil
NO
|
PENGUKURAN
|
HASIL
|
1.
|
Gelas
piala + kaca arloji (A)
|
144,0993
gr
|
2.
|
Gelas
piala + kaca arloji + hidrat (B)
|
148,6695
gr
|
3.
|
Gelas
piala + kaca arloji + anhidrat (C)
|
147,9745
gr
|
1.
|
Senyawa
hidrat = B-A
|
4,5702
gr
|
2.
|
Senyawa
anhidrat = C-A
|
3,8752
gr
|
3.
|
Air
= hidrat – anhidrat
|
0,695
gr
|
4.
|
Persentase
air hidrat =
![]() |
15,2%
|
IV.2 Pembahasan
Pada saat melaksanakan praktikum Air
hidrat ini, didapatkan pada saat pemanasan, dipanaskan dengan panas yang
merata, atau sampai benar-benar uap airnya hilang dari permukaan dan dinding
dinding gelas piala.
Hal ini bertujuan untuk agar H₂O
yang diuapkan juga maka penguapannya, oleh karena itu dibantu dengan asbes yang
berfungsi sebagai perata panas. Apabila api yang diberikan sangat besar itu
akan mengakibatkan terjadinya percepatan penguapan atau agar tidak merusak
gelas piala juga.
Jika apabila pemanasannya tidak merata
atau sempurna dan masih ada uap di sekitar gelas piala maa akan gagal karena
akan mempengaruhi penimbangannya, dan pengaruhi persentase air di dalam BaCl₂ .
H₂O
Reaksi
: BaCl
. H₂O
→ BaCl + H₂O

BAB
V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
1
. BaCl₂
. H₂O
berbentuk kristal dan setelah dipanaskan menjadi BaCl₂ berbentuk bubuk
2.
Persentase air yang terdapat di dalam BaCl₂
. H₂O
di dalam percobaan adalah 15,2 %
3.Massa
air didapat dari pengurangan massa hidrat dengan massa anhidrat
4.Pada
saat pemanasan haruslah dengan api yang tidak terlalu besar dan haruslah dengan
memanaskannya dengan meratakan sehingga uap air nya tidak ada lagi.
V.2 Saran
Dalam melakukan pratikum air hidrat
harus memiliki ketelitian dan kecermatan dalam melakukan pemanasan agar
didapatkan air hidrat yang maksimal.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Abdullah
, Zaimi.2005. penuntun praktikum kimia dasar . Padang. Universitas Andalas
2. Petrucci,Ralph
H.1990.kimia dasar prinsip dan terapan modern.jilidd I . Jakarta. Erlangga
3. http
// www. Geogle . com / air hidrat .com
TUGAS
SEBELUM PRAKTIKUM
1. Defenisi
dari :
a. Garam
hidrat adalah garam yang telah kehilangan molekul air setelah dipanaskan.
b. Massa
relative molekul adalah massa tetap dari suatu zat.
c. Garam
hidrat adalah garam yang mengandung air.
d. Persen
komposisi adalah perbandingan massa air Kristal terhadap massa garam hidrat.
e. Air
Kristal adalah jumlah air yang terdapat dalam garam hidrat.
2. Agar
air hidrat hilang dilakukan pemanasan sampai tidak ada lagi yang menguap di
dinding gelas piala dan dilihat juga perubahan warna.
3. Apabila
gelas piala ditimbang dalam keadaan panas maka massanya akan bertambah akibat
pengaruh suhu.
4. Analisis
sample barium clorida ddihidrat.
-
Massa gelas piala + kaca arloji + hidrat
= 102,238 gr
-
Massa gelas piala + kaca arloji =
101,046 gr
-
Massa gelas piala + kaca arlpji +
anhidrat = 102,069 gr
Massa
air = 102,238 gr – 102,069 gr
= 0,169 gr
Massa
hidrat = 102,238 gr – 101,046 gr
= 1,192 gr

Massa senyawa anhidrat

1,292 gr
= 14, 17 %
5. Aturan
keselamatan yang harus diperhatikan adalah
-
Lakukan dengan hati hati saat pemanasan
barium clorida dan saat mengangkatnya.
-
Jangan sampai mengenai tangan dan
pakailah sarung tangan.
No comments:
Post a Comment
jangan lupa koment di kolom komentar ya !!!
saran, kritik,pertanyaan dan pendapat